Ah, sudah lama sekali aku tak meninggalkan jejak di rumah ini. Kesibukan - membuat aku sedikit melupakan rumah ini. Maafkan aku, rumah mayaku.
Satu jejak akan kutinggalkan, sebuah cerita mini.
Selamat membaca ...
Ayano sudah siap dengan peralatan melukisnya. Posisi yang tepat dan suasana
yang menyenangkan sangat cocok untuk melukis bunga sakura pagi ini. “Kapan lagi
aku bisa melukis bunga sakura kalau tidak sekarang. Mungkin besok aku tidak
bisa melihatnya lagi, kak”, kata Ayano saat meminta ijin pada kakaknya sebelum
berangkat ke taman sakura.
15 menit berlalu. Kegiatan melukis Ayano sedikit terganggu oleh kehadiran
seseorang yang menghalangi objek lukisannya. “Ah, mengapa dia berdiri di situ,
menghalangi pandanganku saja. Lukisanku kan belum selesai. Menyebalkan”, gerutu
Ayano dalam hati. Ayano pun menghentikan kegiatan melukisnya.
Satu jam berlalu. Ayano masih duduk di tempat dan posisi yang sama. Ia pun
masih menunggu orang itu berlalu dari pandangannya. Namun, ketidaksabaran Ayano
untuk melukis, membuat ia harus mengganti objek lukisannya.
Tanpa ia sadari, ia menjadikan orang itu sebagai objek lukisannya. “Hah,
mengapa aku melukisnya? Tidak apa-apa dech. Bagus juga kok”, batin ayano.
Setelah puas dengan hasil lukisannya. Ayano berdiri, ingin segera pulang karena
hari semakin siang. Sekali lagi ia melihat ke arah objek lukisannya. Orang itu
masih berada disitu, berdiri memandang keindahan bunga sakura. Tak lama kemudian
orang itu berbalik. Ayano terperanjat melihat orang itu. “Shin”.
Komentar
Posting Komentar