Kenapa aku menulis?
Pertanyaan yang terkadang mampir dalam pikiranku. Setelah berkali-kali memikirkannya, aku menemukan sebuah kalimat di media sosial berlogo seekor burung biru sedang mengepakkan sayapnya yang cocok untuk menjawab pertanyaan tersebut. Aku menulis kalimat itu tiga tahun yang lalu.
Banyak kata saat menuliskan, tetapi sedikit kata saat melisankan.
Aku lebih suka dan mudah mengeluarkan apa yang ada dalam pikiranku melalui tulisan. Kata-kata yang berseliweran di otak tak bisa lama-lama disimpan, kan? Mereka harus dikeluarkan agar tak pening. Menyimpan terlalu banyak kata-kata dalam pikiran itu bikin sakit kepala dan terasa penuh. Ketika kata-kata itu berhasil keluar, rasanya melegakan meski hanya lewat sebuah tulisan.
Bingung mau menulis apa?
Saking banyaknya kata dalam pikiran terkadang membuatku bingung harus menulis apa. Padahal tinggal menulis apa saja. Bebas, tanpa harus memaksa. Mulailah menulis dari hal yang dekat dengan dirimu. Tulis apa saja yang dirasakan, dilihat, atau didengar pada saat itu. Bisa juga hal-hal yang harus dikerjakan.
Misal:Hari ini tuh mau menulis acara zoom Menerbangkan Adikarya Nuswantara dalam Bingkai Cerita Tak Biasa. Akan tetapi, aku bingung harus mulai dari mana. Oke deh. Aku mulai saja dari awal aku menemukan informasi acara ini.
Jika tulisan tersebut dilanjutkan, akan keluar kata demi kata yang sedari tadi bikin pusing kepala. Sudah siap menulis kembali? Yuk, lanjut menulis lagi!



Komentar
Posting Komentar