ASUS Zenfone 9, Gadget Ringkas, Penuhi Kebutuhan Penulis Kerajinan Tangan


Menjahit memanglah bukan hal baru bagi saya. Akan tetapi, membuat tutorial menjahit sebuah produk itulah yang menjadi hal baru. Memang saya pernah menulis tutorial kerajinan tangan. Bukan produk jahitan, melainkan produk aksesori busana yang kita kenal dengan sebutan bros. 

Dua tahun yang lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk mengisi buku kerajinan tangan bersama teman-teman crafter dengan sebuah tutorial produk jahit untuk pemula. Menjahit kantong serut menjadi pilihan saya saat itu, untuk buku pertama, sedangkan buku kedua saya memilih membuat cempal. Buku pertama tak ada kendala dalam hal memotret proses pembuatannya karena ada fotografer yang membantu. Namun, di buku kedua, karena kehadiran pandemi covid-19, penulis harus memotret sendiri proses pembuatannya. Tentunya, ada pembimbing yang menemani kami. 

Gambar diolah oleh penulis melalui canva, diakses dari dokumentasi penulis

Selama memotret karya jahit yang saya buat, saya hanya mengandalkan kamera pada ponsel pintar. Kamera sering kali menjadi kendala yang saya hadapi saat membuat tutorial maupun foto produk. Kualitas foto yang dihasilkan oleh ponsel pintar membuat saya berkali-kali memotret. Bayangkan, harus berapa kali dan lamanya untuk satu foto, padahal satu tutorial bisa membutuhkan lebih dari 10 langkah. Bikin mood jadi turun.

Akhir-akhir ini saya sering mendapati tutorial menjahit dalam bentuk video. Menyajikan tutorial menjahit memang tak hanya dengan kata-kata dan gambar, dengan video pun bisa. Beberapa waktu yang lalu, saya mengadakan kelas menjahit smock, salah satu jenis kreasi dari kain. Ini kelas pertama saya yang dilakukan secara daring. Saat itu saya ingin memberikan materi berupa video agar lebih mudah dipahami, tetapi saya mengurungkan rencana itu. Lagi-lagi karena kamera yang menjadi kendalanya.   

Pas banget nih sebulan yang lalu ASUS meluncurkan generasi baru dari Zenfone, yakni Zenfone 9 dan saya juga dalam proses menulis beberapa tutorial untuk buku terbaru saya. Ada fitur dari Zenfone 9 yang menarik perhatian saya. Apalagi kalau bukan fitur kameranya karena fitur ini yang menjadi pendukung utama dalam membuat tutorial menjahit. Ukurannya yang ringkas juga bisa menjadi penolong jika ingin membuat video secara mandiri.

Gambar diolah oleh penulis melalui canva, diakses dari penyelenggara


Desain Kompak yang Mengesankan

Sesuai dengan tagline dari produk baru ini, Compact Size Big Possibilities. Zenfone 9 didesain dengan ukuran yang ringkas dan praktis. Mudah dikontrol walau hanya menggunakan satu tangan. Apalagi bagian sisinya dilengkapi tombol multifungsi Zentouch. Gesture Control jadi lebih lengkap. Layarnya berukuran 5,9 inci dengan panjang dan lebar kurang dari 14,8 x 7 cm. Saya suka ponsel yang imut-imut begini.

Dengan ukuran Zenfone 9 yang mudah masuk kantong baju, membuat video tutorial hanya dengan satu tangan jadi bisa terealisasikan, tentunya lebih mudah. Tak perlu lagi menunggu dan meminta bantuan orang lain.  

Tampilan fisiknya sungguh memesona. Terlihat dari tekstur permukaannya dan warna yang dipilih ASUS untuk Zenfone 9, yaitu Moonlight White, Sunset Red, Starry Blue, dan Midnight Black.

Gambar diolah oleh penulis melalui canva, diakses dari penyelenggara


Performa Tangguh

Asus membekali Zenfone 9 dengan ZenUI 9 yang memberikan performa yang lebih cepat, juga lebih pintar. Dengan bantuan prosesor flagship Snapdragon® 8+ Gen 1 Mobile Platform yang lebih tangguh, performa ponsel ini menjadi lebih tinggi. Namun, kelebihan suhu yang berlebihan bisa dihindari karena adanya teknologi cooling system dalam ponsel ini. 

Wi-Fi 6E juga mendukung konektifitas Wi-Fi menjadi lebih cepat, lebih stabil, dan pastinya lebih ngebut.  

Ketangguhan Zenfone 9 tak hanya dari performa sistemnya. Dengan kualitas material premiun, ponsel pintar ini terlihat kukuh saat digenggam. Bagian layar diproteksi dengan Corning Gorilla Glass Victus yang empat kali lebih antigores, membuatnya tangguh saat jatuh. Biasanya kejadian saat sedang mengantuk, ponsel dalam genggaman tiba-tiba jatuh. 

Badan ponsel Zenfone 9 telah mendapat sertifikasi IP68 sehingga antiair dan debu. Bingkai yang mengelilinginya juga dibuat dari bahan matte aluminium

Performa yang tangguh juga dipengaruhi oleh kapasitas baterai di dalamnya. Zenfone 9 memiliki kapasitas baterai 4300mAH yang penggunaannya bisa sampai seharian. 

Gambar diolah oleh penulis melalui canva diakses dari penyelenggara


Kecanggihan Kamera Zenfone 9

Kamera menjadi salah satu fitur yang penting untuk melengkapi kecanggihan suatu ponsel.  ASUS memberikan sistem kamera baru pada Zenfone 9 dengan stabilitas yang lebih tinggi. Teknologi 6-Axis Hybrid Gimbal Stabilization dengan autofokus yang dibenamkan pada kamera utama 50MP wide angle dari SONY IMX766 yang berada di badan belakang. Kamera ini mampu mengambil gambar dan merekam video 8K/24fps dengan OIS/EIS. Walau kita merekam dengan satu tangan, kamera ini mampu mengimbangi guncangan yang terjadi. Teknologi ini memang dirancang untuk menjaga agar rekaman video bebas blur dan guncangan sehingga hasilnya menjadi lebih halus. 

Kamera kedua di badan belakang, 12MP ultra-wide dengan sensor SONY IMX 363 yang dilengkapi dengan fitur autofokus. Kamera ini dapat merekam video 4K/60fps dengan EIS, koreksi distorsi secara real-time, dan merekam foto makro dengan fokus sampai jarak 4 cm.

Tak lupa dengan kamera depan, 12 MP dengan menggunakan sensor SONY IMX 663, autofokus jadi cepat karena adanya dual PDAF. Kamera ini pun mampu merekam video 4K/30fps atau FHD/60fps dengan EIS.

Ada beragam fitur pada kamera Zenfone 9 yang dapat dipilih sesuai kebutuhan dengan pengaturan manual, seperti focus, ISO, kecepatan shutter, EV, white balance, dan perekaman dalam RAW. Tersedia juga fitur baru Light-trail mode (BETA) ketika menggunakan manual shutter atau melakukan preset shutter time untuk merekam objek yang bergerak dan menghasilkan efek cahaya.

Wah, cocok nih, untuk merekam foto maupun video tutorial agar bebas blur. Mengingat saat merekamnya secara mandiri, satu bagian menjalankan kegiatan menjahit, satu bagian yang lain memegang gadget sehingga dibutuhkan kestabilan.  

Gambar diolah oleh penulis melalui canva, diakses dari penyelenggara


Layar dan Audio Zenfone 9

Layar AMOLED 5,9 inci pada Zenfone 9 menghadirkan akurasi warna yang tinggi meski berada di luar ruangan. Kecepatan responnya yang tinggi memberikan tampilan visual yang lancar dan mulus. Layar ini juga tersertifikasi SGS Eye Care Display untuk emisi blue-light yang lebih rendah sehingga mata lebih nyaman saat menonton.

Selain layar, audio juga perlu diperhatikan. Untuk memaksimalkan volume dan kualitas suara yang dirasakan dari speaker ganda di Zenfone 9, ASUS bekerja sama dengan pakar sound di Dirac Research dari Swedia. Hasilnya, sound lebih kuat, bass lebih terasa, dan bebas distorsi.  

Gambar diolah oleh penulis melalui canva, diakses dari penyelenggara


Harga dan Pemesanan Zenfone 9 

Harga menjadi bagian yang ditunggu-tunggu oleh pengguna ponsel pintar. Zenfone 9 memiliki tiga varian kapasitas penyimpanan dan empat varian warna. 

1. Harga Zenfone 9 dengan kapasitas penyimpanan 6GB/128GB, yaitu Rp7.999.000,- dengan pilihan warna: Moonlight White, Sunset Red, Starry Blue,dan Midnight Black.

2.  Harga Zenfone 9 dengan kapasitas penyimpanan 8GB/256GB, yaitu Rp9.999.000,- dengan pilihan warna: Moonlight White dan Midnight Black.

3. Harga Zenfone 9 dengan kapasitas penyimpanan 16GB/256GB, yaitu Rp11.999.000,- dengan satu warna, Midnight Black.

Gambar diolah oleh penulis melalui canva, diakses dari penyelenggara

Buat kalian yang mau beli Zenfone 9, udah bisa kalian dapatkan melalui partner dan channel pembelian resmi produk ASUS, antara lain Erafone, Tokopedia, ASUS Exclusive Store, ASUS Online Store.

Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS Zenfone 9 Blog Writing Competition di Blog Widyanti Yuliandari.


Komentar